Minggu, 28 Mei 2017

Repost Kajian Ramadhan Hari Ke-2

🕋  Ramadhan ke-2  🕋

Menjadi Hamba yang Bertaqwa

📝 Oleh : Samyono Abi Jundi

Alhamdulillah. Ramadhan hari pertama di tahun ini telah kita lewati bersama. Bagi kita, meskipun setiap tahun sudah kita laksanakan ibadah ini, jika kita tidak biasakan dan kita tambah dengan shoum-shoum sunnah di hari-hari yang lain di luar bulan Ramadhan, pasti shoum yang sudah kita jalankan seharian kemarin tetap saja terasa berat dan melelahkan. Betul tidak?

Ya, berbicara masalah taqwa, bahkan untuk menjadi hamba Allah yang bertaqwa, memanglah tidak semudah sebagaimana kita hendak membalikkan telapak tangan kita. Perlu kesungguhan dalam beribadah. Perlu pengorbanan dalam beramal. Dan perlu keseriusan dalam niat dan mewujudkannya.

Di dalam Al-Qur'an banyak sekali Allah Swt memerintahkan kita agar kita menjadi hamba-Nya yang bertaqwa. Salah satu di antaranya adalah ayat yang sering kita dengar di saat khotib menyampaikan khotbahnya pada waktu pelaksanaan sholat Jum'at.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.
Surah Ali 'Imran (3:102)

Ibnu Taimiyah rahimahullah memberikan kita penjelasan yang sangat menarik mengenai pengertian takwa ini.

Beliau berkata, "Takwa adalah jika seseorang beramal dsngan ketaatan kepada Allah Swt atas cahaya (petunjuk) dari Allah Swt karena mengharap rahmat-Nya dan ia meninggalkan maksiat karena cahaya (petunjuk) dari Allah  karena takut akan siksa-Nya. Tidaklah seseorang dikatakan mendekatkan  diri pada Allah Swt selain dengan menjalankan kewajiban yang Allah Swt tetapkan dan menunaikan hal-hal yang sunnah."

Allah Ta’ala berfirman dalam sebuah hadits Qudsy,

وَمَا تَقَرَّبَ إِلَىَّ عَبْدِى بِشَىْءٍ أَحَبَّ إِلَىَّ مِمَّا افْتَرَضْتُ عَلَيْهِ ، وَمَا يَزَالُ عَبْدِى يَتَقَرَّبُ إِلَىَّ بِالنَّوَافِلِ حَتَّى أُحِبَّه
ُ
"Tidaklah seorang hamba mendekatkan diri pada-Ku dengan amalan wajib yang Aku cintai. Dan hamba-Ku senantiasa mendekatkan diri pada-Ku dengan amalan sunnah hingga Aku mencintainya." (HR. Imam Bukhari)

Subhanallah... sudahkah kita seperti itu?

Atau, secara umum pengertian taqwa itu adalah menjalankan semua apa yang dilarang oleh Allah Swt tanpa kita memilih dan memilah mana yang paling mudah dan paling enak untuk kerjakan, serta dengan tulus ikhlas meninggalkan segala apa yang telah Allah Swt melarangnya.

Segala petunjuk itu telah ada dalam Al-Qur'an. Kita tinggal membaca dan mengkajinya. Sehingga kita tahu batasan-batasan dalam berbuat. Kita memahami dengan pasti hukum-hukum dan aturan hidup yang telah Allah Swt tuliskan. Sehingga kita bisa menjadi hamba-Nya yang bertaqwa. Aamiin yaa Rabbal 'aalamiin.

Wallahu A'laam bish-shawab.

Bogor, 28 Mei 2017.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

yang membangun ya.
Makasih :)

 

Blogger news